Abstract:
Abstract
General Background: Hypertension in older adults is frequently accompanied by anxiety that may interfere with daily functioning and chronic disease management. Specific Background: Elderly patients with hypertension often experience psychological distress related to long-term treatment and risk of complications, while self efficacy and family support are considered important psychosocial factors in coping with illness. Knowledge Gap: Previous findings regarding the association between self efficacy and anxiety are inconsistent, and limited studies analyze self efficacy and family support simultaneously in primary health care settings. Aims: This study examined the relationship between self efficacy and family support with anxiety levels among elderly hypertensive patients in the Kragan II Community Health Center area. Results: Using a cross sectional correlational design with 98 respondents and Spearman Rank analysis, significant negative correlations were found between self efficacy and anxiety (p < 0.001; r = -0.580) and between family support and anxiety (p < 0.001; r = -0.370). Novelty: This study integrates two psychosocial variables within one analytical framework in a primary care context. Implications: The findings provide a basis for family-based nursing strategies, including hypertension self management education and structured family involvement to address anxiety among elderly patients.
Highlights
• Majority of participants experienced moderate anxiety despite high perceived personal capability.
• Insufficient household assistance was reported by nearly half of respondents.
• Significant inverse correlation identified through Spearman Rank statistical testing.
Keywords
Self Efficacy; Family Support; Anxiety Level; Elderly Hypertension; Primary Health Care
Downloads
References
[1] Rizky, Rusnoto, dan E. S. Fitriana, “Kejadian hipertensi di Klinik Asy-Syifa Kudus,” vol. 10, no. 1, 2025.
[2] H. Helni, “Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Provinsi Jambi,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, vol. 15, no. 2, pp. 34–38, 2020, doi: 10.26714/jkmi.15.2.2020.34-38.
[3] A. R. P. S. Putri dan R. M. A. Ningtyas, “Transformasi kesehatan mental: Tantangan dan upaya kebijakan pemerintah pada masa pandemi COVID-19,” Promotor, vol. 6, no. 1, pp. 37–44, 2023, doi: 10.32832/pro.v6i1.94.
[4] S. F. Javaid et al., “Epidemiology of anxiety disorders: Global burden and sociodemographic associations,” Middle East Current Psychiatry, vol. 30, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s43045-023-00315-3.
[5] T. Lani, “Tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi berdasarkan pengetahuan,” Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, vol. 9, no. 2, pp. 97–100, 2021, doi: 10.54004/jikis.v9i2.32.
[6] D. L. Tobing, “Hubungan self-efficacy dengan tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi,” Indonesian Journal of Health Development, vol. 4, no. 2, pp. 76–84, 2022, doi: 10.52021/ijhd.v4i2.105.
[7] Annissa, Ibrahim, dan Khairani, “Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi,” Jurnal Ilmu Keperawatan, vol. 11, pp. 1–10, 2023.
[8] M. F. Alfarisi, “Hubungan self-efficacy dengan kecemasan pada penderita hipertensi,” Jurnal Pendidikan dan Konseling, vol. 5, pp. 128–142, 2020.
[9] D. A. Rendra, “Hubungan antara kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada lansia,” vol. 6, no. 2, pp. 1–10, 2023.
[10] E. R. Pratama, S. Damaiyanti, dan Y. Riani, “Pengaruh hipnotis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada lansia hipertensi,” Jurnal ’Afiyah, vol. 9, no. 1, pp. 23–28, 2022.
[11] H. L. Gaol dan I. B. I. B. Marmata, “Gambaran tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi,” Jurnal Ilmiah PANNMED, vol. 17, no. 1, pp. 184–189, 2022, doi: 10.36911/pannmed.v17i1.1253.
[12] O. K. Laka, D. Widodo, dan W. R. H., “Hubungan hipertensi dengan tingkat kecemasan pada lansia,” Nursing News, vol. 3, no. 1, pp. 22–32, 2021.
[13] L. T. Utami dan I. Silvitasari, “Tingkat kecemasan berhubungan dengan tingkat kemandirian lansia,” Nursing News, vol. 6, no. 3, p. 144, 2022.
[14] M. Khoirunissa, N. Naziyah, dan I. A. Nurani, “Hubungan self-efficacy dengan kepatuhan perawatan diri pada penderita hipertensi,” Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, vol. 7, no. 1, pp. 26–38, 2023, doi: 10.52020/jkwgi.v7i1.5520.
[15] M. C. A. Septianingtyas, D. P. Sulistyaningrum, dan J. D. P. Widiati, “Hubungan self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam,” Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 106–120, 2022, doi: 10.55606/jrik.v2i3.696.
[16] F. Luqyana et al., “Hubungan self-efficacy dengan self-care management pada lansia hipertensi,” SEHATRAKYAT, vol. 4, no. 3, pp. 698–708, 2025, doi: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5402.
[17] B. Wijaya, R. Fitria, dan D. E. Putri, “Hubungan dukungan keluarga dengan manajemen hipertensi pada lansia,” Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, vol. 3, no. 5, pp. 54–64, 2024.
[18] M. D. Emamore, I. Kusumaningsih, dan N. L. Widani, “Hubungan karakteristik responden dan dukungan keluarga dengan tingkat depresi lansia,” Carolus Journal of Nursing, vol. 5, no. 1, pp. 1–12, 2022.
[19] R. A. Fadila dan R. T. Komala, “Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi,” Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, vol. 15, no. 2, pp. 163–171, 2025, doi: 10.52047/jkp.v15i2.334.
[20] E. Soesanto, “Kesehatan lanjut usia hipertensi di masa pandemi COVID-19,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama, vol. 10, pp. 170–179, 2025.
[21] V. Sovianti, A. Nuraeni, dan S. Juwariyah, “Self-efficacy lansia penderita penyakit kronis terhadap gejala kecemasan dan depresi,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 13, no. 1, pp. 1–8, 2025, doi: 10.26714/jkj.13.1.2025.1-8.
[22] ——, “Studi kecemasan pasien rawat inap,” vol. 4, no. 9, pp. 6785–6794, 2025.
[23] A. P. Sari, F. I. Handian, dan N. L. Sari, “Literatur review: Hubungan gaya hidup dan stres dengan kejadian hipertensi pada lansia,” Professional Health Journal, vol. 4, no. 2sp, pp. 111–125, 2023, doi: 10.54832/phj.v4i2sp.355.
[24] D. L. Tobing dan T. Amelia, “Gambaran kecemasan pada lansia dengan hipertensi,” Jurnal Profesi Keperawatan, vol. 9, no. 2, pp. 80–87, 2022.
[25] N. A. Tamimi et al., “Mekanisme koping klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa,” Jurnal Ners, vol. 9, no. 2, pp. 2585–2592, 2025.
[26] M. Mariatun, A. Munir, dan C. Metia, “Hubungan self-efficacy dan dukungan keluarga dengan kecemasan siswa,” Tabularasa, vol. 2, no. 1, pp. 1–7, 2020, doi: 10.31289/tabularasa.v2i1.281.
[27] D. Bojong, “Indonesian Journal of Global Health Research,” vol. 2, no. 4, pp. 84–91, 2019, doi: 10.37287/ijghr.v2i4.250.
[28] N. Nurleny dan M. Kontesa, “Dukungan keluarga berhubungan dengan tingkat ansietas lansia,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 11, no. 1, pp. 79–88, 2022, doi: 10.26714/jkj.11.1.2023.79-88.
[29] N. Sari dan L. Rahayu, “Kecemasan pada penderita diabetes melitus,” vol. 15, pp. 73–83, 2025.
[30] C. A. Destriyani, K. W. Sakti, dan M. Agustiana, “Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia,” NAJ: Nursing Applied Journal, vol. 3, no. 2, pp. 23–36, 2025, doi: 10.57213/naj.v3i2.571.