Login
Section Clinical Research

Self Efficacy and Family Support in Elderly Hypertension Anxiety

Self Efficacy dan Dukungan Keluarga pada Kecemasan Lansia Hipertensi
Vol. 11 No. 1 (2026): June :

Dela Istiqomah (1), Edy Soesanto (2), Sri Karyati (3)

(1) Program Studi S1Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia
(2) Program Studi S1Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia
(3) Program Studi S1Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia
Fulltext View | Download

Abstract:









Abstract

General Background: Hypertension in older adults is frequently accompanied by anxiety that may interfere with daily functioning and chronic disease management. Specific Background: Elderly patients with hypertension often experience psychological distress related to long-term treatment and risk of complications, while self efficacy and family support are considered important psychosocial factors in coping with illness. Knowledge Gap: Previous findings regarding the association between self efficacy and anxiety are inconsistent, and limited studies analyze self efficacy and family support simultaneously in primary health care settings. Aims: This study examined the relationship between self efficacy and family support with anxiety levels among elderly hypertensive patients in the Kragan II Community Health Center area. Results: Using a cross sectional correlational design with 98 respondents and Spearman Rank analysis, significant negative correlations were found between self efficacy and anxiety (p < 0.001; r = -0.580) and between family support and anxiety (p < 0.001; r = -0.370). Novelty: This study integrates two psychosocial variables within one analytical framework in a primary care context. Implications: The findings provide a basis for family-based nursing strategies, including hypertension self management education and structured family involvement to address anxiety among elderly patients.


Highlights

• Majority of participants experienced moderate anxiety despite high perceived personal capability.
• Insufficient household assistance was reported by nearly half of respondents.
• Significant inverse correlation identified through Spearman Rank statistical testing.


Keywords

Self Efficacy; Family Support; Anxiety Level; Elderly Hypertension; Primary Health Care









Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Rizky, Rusnoto, dan E. S. Fitriana, “Kejadian hipertensi di Klinik Asy-Syifa Kudus,” vol. 10, no. 1, 2025.

[2] H. Helni, “Faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Provinsi Jambi,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, vol. 15, no. 2, pp. 34–38, 2020, doi: 10.26714/jkmi.15.2.2020.34-38.

[3] A. R. P. S. Putri dan R. M. A. Ningtyas, “Transformasi kesehatan mental: Tantangan dan upaya kebijakan pemerintah pada masa pandemi COVID-19,” Promotor, vol. 6, no. 1, pp. 37–44, 2023, doi: 10.32832/pro.v6i1.94.

[4] S. F. Javaid et al., “Epidemiology of anxiety disorders: Global burden and sociodemographic associations,” Middle East Current Psychiatry, vol. 30, no. 1, 2023, doi: 10.1186/s43045-023-00315-3.

[5] T. Lani, “Tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi berdasarkan pengetahuan,” Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat, vol. 9, no. 2, pp. 97–100, 2021, doi: 10.54004/jikis.v9i2.32.

[6] D. L. Tobing, “Hubungan self-efficacy dengan tingkat kecemasan lansia dengan hipertensi,” Indonesian Journal of Health Development, vol. 4, no. 2, pp. 76–84, 2022, doi: 10.52021/ijhd.v4i2.105.

[7] Annissa, Ibrahim, dan Khairani, “Hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi,” Jurnal Ilmu Keperawatan, vol. 11, pp. 1–10, 2023.

[8] M. F. Alfarisi, “Hubungan self-efficacy dengan kecemasan pada penderita hipertensi,” Jurnal Pendidikan dan Konseling, vol. 5, pp. 128–142, 2020.

[9] D. A. Rendra, “Hubungan antara kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada lansia,” vol. 6, no. 2, pp. 1–10, 2023.

[10] E. R. Pratama, S. Damaiyanti, dan Y. Riani, “Pengaruh hipnotis lima jari terhadap tingkat kecemasan pada lansia hipertensi,” Jurnal ’Afiyah, vol. 9, no. 1, pp. 23–28, 2022.

[11] H. L. Gaol dan I. B. I. B. Marmata, “Gambaran tingkat kecemasan pada lansia penderita hipertensi,” Jurnal Ilmiah PANNMED, vol. 17, no. 1, pp. 184–189, 2022, doi: 10.36911/pannmed.v17i1.1253.

[12] O. K. Laka, D. Widodo, dan W. R. H., “Hubungan hipertensi dengan tingkat kecemasan pada lansia,” Nursing News, vol. 3, no. 1, pp. 22–32, 2021.

[13] L. T. Utami dan I. Silvitasari, “Tingkat kecemasan berhubungan dengan tingkat kemandirian lansia,” Nursing News, vol. 6, no. 3, p. 144, 2022.

[14] M. Khoirunissa, N. Naziyah, dan I. A. Nurani, “Hubungan self-efficacy dengan kepatuhan perawatan diri pada penderita hipertensi,” Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, vol. 7, no. 1, pp. 26–38, 2023, doi: 10.52020/jkwgi.v7i1.5520.

[15] M. C. A. Septianingtyas, D. P. Sulistyaningrum, dan J. D. P. Widiati, “Hubungan self-efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan diet rendah garam,” Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan, vol. 2, no. 3, pp. 106–120, 2022, doi: 10.55606/jrik.v2i3.696.

[16] F. Luqyana et al., “Hubungan self-efficacy dengan self-care management pada lansia hipertensi,” SEHATRAKYAT, vol. 4, no. 3, pp. 698–708, 2025, doi: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5402.

[17] B. Wijaya, R. Fitria, dan D. E. Putri, “Hubungan dukungan keluarga dengan manajemen hipertensi pada lansia,” Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia, vol. 3, no. 5, pp. 54–64, 2024.

[18] M. D. Emamore, I. Kusumaningsih, dan N. L. Widani, “Hubungan karakteristik responden dan dukungan keluarga dengan tingkat depresi lansia,” Carolus Journal of Nursing, vol. 5, no. 1, pp. 1–12, 2022.

[19] R. A. Fadila dan R. T. Komala, “Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi,” Jurnal Kesehatan dan Pembangunan, vol. 15, no. 2, pp. 163–171, 2025, doi: 10.52047/jkp.v15i2.334.

[20] E. Soesanto, “Kesehatan lanjut usia hipertensi di masa pandemi COVID-19,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama, vol. 10, pp. 170–179, 2025.

[21] V. Sovianti, A. Nuraeni, dan S. Juwariyah, “Self-efficacy lansia penderita penyakit kronis terhadap gejala kecemasan dan depresi,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 13, no. 1, pp. 1–8, 2025, doi: 10.26714/jkj.13.1.2025.1-8.

[22] ——, “Studi kecemasan pasien rawat inap,” vol. 4, no. 9, pp. 6785–6794, 2025.

[23] A. P. Sari, F. I. Handian, dan N. L. Sari, “Literatur review: Hubungan gaya hidup dan stres dengan kejadian hipertensi pada lansia,” Professional Health Journal, vol. 4, no. 2sp, pp. 111–125, 2023, doi: 10.54832/phj.v4i2sp.355.

[24] D. L. Tobing dan T. Amelia, “Gambaran kecemasan pada lansia dengan hipertensi,” Jurnal Profesi Keperawatan, vol. 9, no. 2, pp. 80–87, 2022.

[25] N. A. Tamimi et al., “Mekanisme koping klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa,” Jurnal Ners, vol. 9, no. 2, pp. 2585–2592, 2025.

[26] M. Mariatun, A. Munir, dan C. Metia, “Hubungan self-efficacy dan dukungan keluarga dengan kecemasan siswa,” Tabularasa, vol. 2, no. 1, pp. 1–7, 2020, doi: 10.31289/tabularasa.v2i1.281.

[27] D. Bojong, “Indonesian Journal of Global Health Research,” vol. 2, no. 4, pp. 84–91, 2019, doi: 10.37287/ijghr.v2i4.250.

[28] N. Nurleny dan M. Kontesa, “Dukungan keluarga berhubungan dengan tingkat ansietas lansia,” Jurnal Keperawatan Jiwa, vol. 11, no. 1, pp. 79–88, 2022, doi: 10.26714/jkj.11.1.2023.79-88.

[29] N. Sari dan L. Rahayu, “Kecemasan pada penderita diabetes melitus,” vol. 15, pp. 73–83, 2025.

[30] C. A. Destriyani, K. W. Sakti, dan M. Agustiana, “Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia,” NAJ: Nursing Applied Journal, vol. 3, no. 2, pp. 23–36, 2025, doi: 10.57213/naj.v3i2.571.