Pendahuluan
Setiap orang berhak atas sebuah pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Pendidikan yang berkualitas sebenarnya dimulai sejak usia dini agar dapat menumbuhkan kepribadian dan potensi yang ada pada diri anak [1]. Anak usia dini adalah fase kehidupan di mana seseorang mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam perkembangannya [2]. Anak usia dini akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat, bahkan disebut sebagai lompatan perkembangan. Usia dini adalah tahapan yang dimulai dari usia 0 hingga 6 tahun atau yang biasa disebut Golden Age, sehingga untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas perlu adanya wadah sebagai tempat untuk menstimulasinya salah satunya adalah PAUD [3].
Seperti yang dijelaskan dalam undang-undang republik Indonesia No. 20 tahun 2003 yang menyebutkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan pada anak sejak lahir hingga berusia enam tahun yang diberikan lewat pemberian stimulasi sehingga membantu menumbuhkembangkan jasmani dan rohani anak, agar siap dalam melanjutkan pendidikan selanjutnya [4]. Pendidikan anak usia dini adalah pendidikan formal jenjang pertama yang diberikan oleh sistem pendidikan di Indonesia sebagai upaya pelatihan yang ditujukan kepada anak sejak lahir hingga usia 6 tahun (Golden Age) Namun ada beberapa aspek pengembangan yang harus diperhatikan dalam pembelajaran PAUD di antaranya agama dan moral, kognitif, fisik-motorik, sosial emosional, seni, dan bahasa yang disebutkan dalam (Permendikbud No. 137, 2014) [5].
Bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang ketika berkembang pada diri anak dapat membantunya dalam berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya dan mampu mengungkapkan ide-ide yang dimilikinya, Menurut Permendikbud Nomor 137 (2014), tanda-tanda pencapaian perkembangan keaksaraan yang harus dikuasai oleh anak-anak berusia 4-5 tahun termasuk meniru (menuliskan dan menyebutkan) huruf abjad A hingga Z, mampu mengenal simbol dan lambang huruf yang dapat membantu perkembangan mereka [6]. Dengan menggunakan bahasa, anak akan mampu mengkomunikasikan apa maksud, tujuan, pemikiran, serta perasaannya. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia secara tak langsung membutuhkan bahasa. Manusia hidup tidak cukup menggunakan otaknya untuk berpikir, namun manusia juga dengan bahasa itu diperintahkan untuk menyampaikan dan mengungkapkan apa yang ia pikir secara detail dan jelas. Oleh karena itu sebelum anak mampu berbahasa dengan baik, mengenal huruf adalah langkah awal yang sangat penting untuk keberhasilan anak ke depannya [7]. Belajar mengenal huruf merupakan sebuah proses pengenalan kata-kata dan lambang bunyi huruf. Selama proses pengenalan ini, anak-anak hanya mengenal dan memahami kata-kata, dan penting untuk mengetahui kemampuan mereka diperlukan media pembelajaran yang dapat membantu anak mengenal huruf, karena untuk bisa membaca anak usia dini harus mengenal huruf terlebih dahulu [8]. Pengenalan huruf juga merupakan hal dasar yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan bahasa yang harus dioptimalkan. kemampuan
mengenal huruf ini sangat penting untuk membantu anak agar mahir dalam membaca dan menulis [9]. perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan hal yang sangat penting, terutama dalam mengenal
huruf, karena pada usia ini anak mudah menyerap banyak informasi, dapat menangkap informasi, memiliki energi yang luar biasa, dan mereka dapat mempelajari bahasa secara utuh dan keinginan untuk belajar sebanyak yang diajarkan. Pengenalan huruf sejak usia empat hingga lima tahun sangatlah penting, baik melalui proses sosialisasi maupun melalui kegiatan belajar yang menyenangkan [10]. Mengenal huruf pada anak usia dini adalah langkah pertama dan paling penting dalam proses pengenalan simbol huruf sehingga membantu anak dalam memahami simbol-simbol yang membentuk kata yang merupakan fondasi untuk mampu membaca. Pada tahap ini merupakan bagian yang sangat penting bagi pendidik untuk memastikan bagaimana proses pengenalan huruf, Hal ini perlu dilakukan melalui kegiatan bermain agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak [11].
Kemampuan mengenal huruf merupakan sebuah proses terjadinya perkembangan dari yang belum tahu menjadi tahunya seseorang tentang makna dari bentuk dan bunyi huruf [12]. Sama halnya dengan yang disampaikan oleh Darjowidjojo, bahwa kemampuan mengenal huruf adalah tahap perkembangan anak yang berbeda dari belum tahu menjadi tahu tentang hubungan antara bentuk dan bunyi huruf. Pada tahap ini, kanak- kanak mampu mengenali bentuk huruf dan memahami artinya [13]. Selanjutnya Burnett mengatakan bahwa mengenal huruf sangat penting bagi anak usia dini, karena di usia ini mereka dapat belajar mengenal huruf dari lingkungan sekitarnya, seperti huruf Latin dan Arab. Hal ini dapat memberikan kesempatan pada anak untuk mengenal berbagai macam huruf yang diperoleh dari lingkungannya dan kemudian dapat untuk diucapkan huruf secara berulang kali dalam kehidupan sehari-hari agar memberikan penguatan dalam mengenal huruf [14]. Anak dengan usia 4-5 tahun idealnya sudah mampu menyebutkan huruf atau abjad dari A sampai Z, mampu menulis kembali huruf-huruf yang dilihat, menguasai kosa kata, mampu menyebutkan 3-4 kata dalam satu kalimat, menyebutkan kata-kata yang dikenal, seperti yang disebutkan dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia No. 137 tahun 2014 bahwa anak usia 4-5 tahun sudah mampu mengenal simbol- simbol, meniru, menuliskan dan mengucapkan huruf a-z , menyebutkan simbol huruf yang dikenal, mengenal
simbol huruf dari nama benda yang ada di sekitarnya, menyebutkan kelompok gambar yang mempunyai bunyi atau huruf yang sama di awal, kemudian mampu memahami keterkaitan antara bunyi dan bentuk huruf [15].
Saat melakukan observasi yang dilakukan di TK Aisyiah Bustanul Athfal 1 Candi, hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak usia 4-5 tahun masih belum mengenal huruf secara optimal. Di antara 13 peserta didik kelas A2, terdapat 10 anak yang belum mampu mengenal huruf, dan 3 anak sudah mengenal huruf, ini terbukti saat proses pembelajaran di kelas ketika anak diminta untuk menulis kembali nama macam-macam kendaraan darat sebagian besar huruf yang ditulis anak masih dalam posisi terbalik, salah satu contoh seperti kata sepeda menjadi ƧǝpǝⱭꭤ, dan ketika diminta menunjukkan huruf b anak malah menunjuk huruf d. Bahkan saat anak diminta untuk menyebutkan huruf yang ditunjuk pendidik anak tidak mampu menyebutnya. Hal inilah yang menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiah Bustanul Athfal 1 candi masih belum terlatih. Hal ini disebabkan karena aktivitas membaca dan mengenal huruf yang diterapkan di TK Aisyiah Bustanul Athfal 1 Candi itu masih menggunakan media buku paket membaca, buku bertema, dan kegiatan pembelajaran mengenal huruf masih berfokus pada lembar kerja anak (LKA) dan media tersebut digunakan setiap harinya sehingga anak-anak merasa bosan karena tidak menerapkan metode mengenal huruf yang lebih menarik dan menyenangkan sehingga hal ini yang menjadi penyebab kemampuan mengenal huruf anak tidak berkembang.
Proses penerapan sebuah media merupakan langkah penting sebelum memperkenalkan media dalam proses pembelajaran. Muhammad dimiyanti dalam bukunya yang dilansir dari kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan bahwa proses penerapan merupakan suatu aksi dalam mempraktikkan suatu media kepada subjek untuk mencapai tujuan yang diinginkan sesuai dengan yang sudah direncanakan sebelumnya [16]. Setelah penguasaan proses penerapan, selanjutnya sebagai pendidik juga harus mempertimbangkan media yang akan digunakan dalam aktivitas belajar mengajar. Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan, banyak media- media pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai macam sumber. Ini termasuk media seperti papan pintar, buku ajaib, kotak huruf, dan flashcard. Media pembelajaran adalah alat bantu yang membantu pendidik dalam menyalurkan informasi kepada peserta didik, agar tidak jenuh selama proses pembelajaran, media tidak hanya membantu peserta didik dalam mengkonkritkan konsep yang abstrak, tetapi juga dapat dimanfaatkan agar menarik perhatian mereka saat proses pembelajaran [17]. Dan karena belum adanya media yang mendukung dan mendorong kemampuan anak dalam mengenalkan huruf. Maka perlu adanya media yang kreatif, inovatif, dan menarik yang harus digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan anak dalam mengenal huruf. Media yang digunakan harus sederhana, ramah terhadap anak-anak, mudah dipelajari, mudah dipahami, kreatif, dan juga inovatif, sehingga dapat membantu pendidik dalam menyalurkan informasi terhadap kegiatan belajar mengajar terutama dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf, dan salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak yaitu flashcard .
Flashcard adalah media visual dalam bentuk kartu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dengan ukurannya yang tidak terlalu besar berbentuk persegi panjang kecil. Dan setiap kartu flashcard berisi macam- macam gambar seperti gambar hewan, tumbuhan, angka, huruf abjad, atau animasi, sehingga sering dikatakan juga sebagai media pembawa keberuntungan untuk mengidentifikasi benda-benda. Flashcard telah mengalami banyak perubahan sejak diciptakan, yaitu dengan menggabungkan huruf atau angka dengan benda yang berfungsi sebagai objek utama. Media flashcard dapat digunakan sebagai petunjuk dan rangsangan untuk membantu anak belajar mengeja, mengenal huruf, dan memperkaya kosa kata mereka [18]. Seperti yang dikatakan oleh Susiana dan Riyana, Flashcard merupakan sebuah media pembelajaran berbentuk kartu dengan ukuran 25 x 30 cm. dengan berisi berbagai macam gambar baik cetakan ataupun tempelan manual pada setiap lembaran flashcard [19]. Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa media flashcard adalah media yang berbentuk kartu bergambar yang diperoleh dengan menggunakan foto atau gambar, pada halaman kartu tersebut. Penggunaan media flashcard pada kali ini adalah sarana atau sebuah alat yang berbentuk persegi panjang yang setiap permukaannya menampilkan huruf A sampai Z. Penerapan media ini sendiri dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun.
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anisa Rahmasari pada tahun 2022 dengan judul penelitian “penerapan media flashcard dalam pengenalan huruf bagi anak usia dini” di TK AL-firdaus palangkaraya berhasil meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini dengan menggunakan media flashcard melalui sebuah permainan yang menarik. Sebelum itu pendidik menunjukkan dan memperkenalkan terlebih dahulu setiap kartu yang bertuliskan huruf-huruf dan menyebutkan bunyinya, hal ini dilakukan secara berkala kemudian meminta anak-anak untuk mengikutinya. Selanjutnya dibuatkan satu permainan dengan berkelompok, setiap kelompok berjumlah 5 sampai 6 anak, kemudian flashcard sebanyak 26 kartu itu secara acak dibagikan ke setiap anggota kelompok. Cara memainkannya adalah, pertama salah satu huruf akan disebutkan terlebih dahulu oleh pendidik (misalnya huruf B), selanjutnya setiap anggota diminta untuk mencari huruf yang disebutkan pendidik dari flash card yang sudah dibagikan tadi, bagi peserta yang memiliki huruf B diminta untuk mengangkat kartu tersebut. Dan seterusnya dilakukan dengan cara yang sama sampai flashcard habis, dengan kegiatan bermain menggunakan flashcard ini anak tidak hanya menyimak apa yang
disampaikan pendidik mengenai penyebutan dan bentuk huruf saja, bahkan lebih dari itu setiap anak juga aktif berupaya dengan semangat mencari setiap huruf yang disebutkan pendidik [20].
Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Eka yulianti tahun 2022 berjudul “meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak kelompok B menggunakan model talking stick dengan media flashcard” di RA raudhatul ilmi desa malintang bahwa dengan menerapkan model talking stick menggunakan media flashcard dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak kelompok B, menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam mengenal huruf mengalami peningkatan sangat baik di setiap pertemuannya. Pada pertemuan pertama mencapai 65% ini masih belum memberikan hasil, namun di pertemuan kedua mulai mengalami peningkatan dengan persentase 75%, dan pada pertemuan ketiga memperoleh persentase 95% ini menunjukkan bahwa media flashcard sangat berpengaruh baik dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak [21].
Dari uraian di atas, maka peneliti saat ini melakukan penelitian dengan judul “penerapan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun”. Karena dari hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Anisa rahmasari dan eka yulianti pada tahun 2022 sudah membuktikan bahwa penggunaan media flashcard ini mampu memberikan perubahan dalam bentuk peningkatan kemampuan anak dalam mengenal huruf lewat prosedur kegiatan main, namun pada penelitian sekarang ini akan melakukan dengan metode yang berbeda. Adapun teknik bermain menggunakan flashcard pada penelitian ini yaitu : pertama siapkan alat dan bahan (flashcard, lakban hitam, & spidol hitam) dilanjutkan dengan peneliti meletakan terlebih dahulu flashcard pada titik persembunyian dan tempelkan lakban hitam pada lantai dengan bentuk arah panah mengarah ke titik persembunyian flashcard (area ruang kelas), Langkah pertama ini dilakukan peneliti sebelum anak-anak masuk ke kelas, hal ini agar anak-anak tidak mengetahui letaknya flashcard, kedua,anak-anak di kumpulkan di markas (pojok kelas) kemudian dibagi menjadi 5 kelompok, ketiga setiap kelompok yakni kelompok 1-5 diminta untuk berjalan mengikuti arah panah menuju titik letaknya flashcard disembunyikan dan mencari setiap flashcard yang tersembunyi, keempat setiap kelompok yang sudah menemukan flashcard diminta untuk mengangkat kartunya dengan bersuara “kelompok 1,2,3,4 atau 5 berhasil” bagi kelompok yang sudah selesai boleh kembali ke markas, kelima setelah semua flashcard sudah di temukan dan anak-anak sudah di markas selanjutnya anak-anak diminta untuk mengamati flashcard tersebut dan menyebutkan simbol apa yang ada pada lembar flashcard, terakhir anak diminta untuk menirukan pola huruf sesuai dengan yang mereka amati menggunakan spidol pada lembar flashcard tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun serta untuk mengetahui bagaimana hasil penerapan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun.
Metode
Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas ini juga berfokus pada memberikan perubahan, pencegahan, dalam sebuah permasalahan yang dialami oleh subjek sehingga memperoleh hasil pembelajaran yang baik. Penelitian tindakan kelas merupakan suatu tindakan yang dilakukan seorang pendidik/peneliti yang bertujuan untuk membantu memperbaiki mutu praktik dalam pembelajaran di kelas demi mencapai suatu tujuan pembelajaran [22]. Menurut Ani widayati penelitian tindakan kelas (PTK) adalah kegiatan penelitian dalam suatu kelas dengan tujuan tertentu dalam menyelesaikan permasalahan saat pembelajaran yang dialami oleh seorang pendidik [23].
Penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh stephen kemmis dan taggart dari lewin karena pada model ini terdapat empat langkah dalam pelaksanaan siklus yaitu (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi [24]. Setelah proses siklus dilakukan khususnya setelah refleksi dilanjutkan dengan perencanaan ulang kembali atau koreksi terhadap pelaksanaan siklus sebelumnya, begitu seterusnya sampai PTK ini bisa dilaksanakan beberapa kali. Berikut ini adalah model siklus dari penelitian diatas yaitu.
Figure 1. Gambar 1: siklus penelitian tindakan kelas [25]
Penelitian ini dilakukan di TK ABA 1 Candi yang berlokasi di perumahan citra graha candi Sidoarjo. Dengan Subjek pada penelitian ini yaitu peserta didik kelompok A2 berjumlah 13 anak dengan usia 4-5 tahun dengan penerapan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak. Adapun metode penelitian yang dilakukan peneliti ini yaitu observasi di mana peneliti melakukan pengumpulan data dengan melihat apa saja yang menjadi masalah di dalam sebuah kelas untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mengenal huruf anak, kemudian wawancara yang dilakukan antara peneliti dan pendidik yang memegang kelas tersebut untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan anak. Selanjutnya yaitu dokumentasi yang digunakan untuk melengkapi data seperti dokumentasi media yang digunakan selama observasi. Kemudian instrumen penelitian pada peneliti ini yaitu menggunakan lembar observasi kemampuan mengenal huruf anak usia 4-5 tahun dengan indikator (1) anak mampu menyebutkan bentuk huruf yang dilihat, (2) menunjukkan huruf yang disebutkan pendidik (3) menuliskan kembali bentuk huruf, (4) serta mampu mengucapkan 5-6 simbol huruf. kriteria keberhasilan yang diharapkan peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu 75% ke atas. Hasil yang sudah diperoleh selama meneliti akan diolah kembali menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Ini bertujuan agar bisa mendeskripsikan fakta berdasarkan data yang diperoleh untuk mengetahui peningkatan dalam mengenal huruf pada anak.
Berikut ini adalah rumus perhitungan yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data kuantitatif sebagai berikut:
P = F/n x 100% Keterangan :
P = angka persentase
F = jumlah yang diperoleh n = jumlah subjek
Hasil dan Pembahasan
Penelitian dengan metode PTK ini dilakukan pada tahun ajaran 2024-2025 di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal 1 candi, sidoarjo. yang beralamat di JL. Perum Mutiara Citra Graha No.1&6 blok B1, dusun minggir, larangan, kec. candi, kabupaten sidoarjo, jawa timur. Sebelum dilakukannya penelitian ini langkah awal yang dilakukan peneliti adalah observasi untuk melihat sejauh mana kemampuan mengenal huruf pada peserta didik. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik di kelas A2 yang berjumlah 13 anak. Di mana terdiri dari 4 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Dalam pelaksanaan penelitian dengan metode PTK ini terdapat 4 tahap saat pelaksanaannya yaitu :
1. Tahap perencanaan (planning), pada tahap ini peneliti melakukan penyusunan rancangan pembelajaran sebagai persiapan untuk mengenalkan huruf pada anak dengan menggunakan media flashcard. 2. Tahap tindakan (Acting), pada tahap ini adalah proses peneliti melakukan pembelajaran yang mengacu pada perencanaan pembelajaran yang sudah dibuat peneliti pada tahap 1 sebelumnya. 3. Tahap pengamatan (observing), di tahap ini peneliti akan mengisi lembar observasi aktivitas guru kelas dan peserta didik di kelas selama proses pembelajaran mengenalkan huruf menggunakan media flashcard. 4. Tahap refleksi (reflecting), pada tahap yang terakhir ini peneliti mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan pada guru kelas saat menyampaikan kegiatan belajar dengan media flashcard. Sebelum peneliti melakukan penelitian tindakan kelas ini, sebelumnya sudah melakukan observasi terlebih dahulu, hal ini bertujuan untuk peneliti mengetahui bagaimana perkembangan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun.
A.Pra siklus
Pra siklus ini merupakan tindakan awal bagi peneliti untuk mengamati kemampuan anak usia 4-5 tahun dalam mengenal huruf. Dalam pra siklus ini peneliti akan mengamati kondisi awal dalam mengenal huruf pada anak. Mulai dari peserta didik berbaris depan sekolah dan masuk ke kelas, sarapan, lanjut kegiatan pembuka dengan berdoa sebelum belajar, muroja’ah, absen, dan di jelaskan kegiatan belajar hari ini oleh pendidik yaitu menuliskan kembali nama-nama transportasi darat pada buku tulis. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan hasil sebelum dilakukannya penelitian mengenal huruf menggunakan media flashcard. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, dilanjutkan dengan makan siang, dan bagi peserta didik yang sudah selesai makan langsung menuju ke pendidik untuk membaca buku paket dan mengaji, setelah itu semua peserta didik membuat lingkaran dengan posisi duduk di kelas bersama pendidik dan melakukan kegiatan penutup yakni menceritakan keseruan kegiatan belajar hari ini dan sampaikan beberapa informasi untuk kegiatan besok dan ditutup dengan
membaca doa. Pada proses tindakan awal ini peneliti mengamati kemampuan mengenal huruf pada anak saat kegiatan belajar. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti, terlihat sebagian besar peserta didik masih mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, di mana ketika peneliti melihat hasil penulisan nama-nama transportasi pada buku mereka ditemukan beberapa huruf yang masih terbalik dan tidak sesuai dengan yang dicontohkan pendidik. Dan sebagian anak masih belum mengetahui simbol huruf yang ditunjuk oleh pendidik saat menggunakan buku paket, bahkan ada beberapa anak yang sama sekali tidak mengenal huruf sehingga anak hanya mengenal huruf vokal lebih dulu. Adapun hasil observasi kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun pada pra siklus sebagai berikut :
| No. | NAMA | Anak mampu menyebutkan bentuk huruf yang dilihat | Menunjukkan huruf yang disebutkan pendidik | Menuliska n kembali bentuk huruf | Mampu menyebutkan 5-6 simbol huruf | SKOR | % | T/TT |
| 1. | Subjek 1 | 1 | 1 | 2 | 1 | 5 | 31% | TT (Tidak tuntas) |
| 2. | Subjek 2 | 2 | 2 | 1 | 1 | 6 | 37 % | TT (Tidak tuntas) |
| 3. | Subjek 3 | 3 | 4 | 4 | 3 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| 4. | Subjek 4 | 1 | 1 | 2 | 2 | 6 | 37% | TT (Tidak tuntas) |
| 5. | Subjek 5 | 2 | 2 | 2 | 2 | 8 | 50% | TT (Tidak tuntas) |
| 6. | Subjek 6 | 3 | 3 | 4 | 4 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| 7. | Subjek 7 | 1 | 1 | 1 | 1 | 4 | 25% | TT (Tidak tuntas) |
| 8. | Subjek 8 | 1 | 1 | 2 | 1 | 5 | 31% | TT (Tidak tuntas) |
| 9. | Subjek 9 | 2 | 1 | 1 | 2 | 6 | 37% | TT (Tidak tuntas) |
| 10. | Subjek 10 | 1 | 1 | 2 | 1 | 5 | 31% | TT (Tidak tuntas) |
| 11. | Subjek 11 | 3 | 3 | 3 | 4 | 13 | 81% | T (Tuntas) |
| 12. | Subjek 12 | 2 | 2 | 2 | 1 | 7 | 43% | TT (Tidak tuntas) |
| 13. | Subjek 13 | 1 | 1 | 2 | 1 | 5 | 31% | TT (Tidak tuntas) |
| Ketercapaian | 46% |
Keterangan :
BB (belum berkembang) = 1 MB (mulai berkembang) = 2
BSH (berkembang sesuai harapan) = 3 BSB (berkembang sangat baik) = 4
tabel di atas merupakan hasil dari observasi peneliti yang dilakukan pada tindakan pra siklus tentang kemampuan mengenal huruf memperoleh hasil terdapat tiga anak sudah mengalami ketercapaian di setiap indikatornya dan 11 anak lainya belum tercapai dengan nilai rata-rata pada pra siklus 46%, dengan hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf pada anak belum terlatih dan sesuai harapan sehingga perlu ditingkatkan lagi. Untuk itu peneliti akan melanjutkan penelitian ini pada tindakan siklus 1.
B.Siklus 1
Pada siklus 1 peneliti akan melakukan tindakan lanjut dari pra siklus, di mana peneliti akan melakukan tindakan sebanyak 2 kali dalam seminggu. Dan di setiap pertemuan tindakan pada siklus 1 akan menggunakan media flashcard dengan waktu kurang lebih 60 menit selama proses berlangsung di setiap sesinya. Sebelum melakukan tindakan pada siklus 1 ini, peneliti akan menyiapkan beberapa alat sebagai pendukung proses penelitian ini diantaranya : 1. Peneliti menyusun RPPH (rencana pembelajaran harian) yang akan digunakan sebagai acuan peneliti saat melakukan proses pembelajaran di kelas. 2. menyediakan flashcard sebagai media pembelajaran untuk mendukung proses pembelajaran. 3. Menyusun dan mengembangkan hasil observasi yang memuat peningkatan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun melalui media flashcard. Untuk pertemuan pertama dalam siklus 1 ini dilakukan pada hari Selasa 27 Mei 2025 pukul 08:00-09:00 WIB. Proses kegiatan mengenalkan huruf di hari pertama siklus 1 ini adalah peneliti memperlihatkan sekaligus memperkenalkan media flashcard kepada peserta didik dengan mengusahakan kondisi peserta didik dalam kondisi fokus. Media flashcard ini berupa kartu berbentuk persegi yang pada permukaan lembarnya terdapat simbol-simbol huruf dengan berbagai macam gambar benda, hewan dan tumbuhan yang disertai dengan nama dari gambar yang ada pada kartu tersebut.
Pada pertemuan kedua dalam siklus 1 dilakukan pada 28 Februari 2025 pukul 08:00-09:00 WIB. Proses kegiatan peneliti dengan peserta didik di awali dengan peneliti mengajak anak-anak untuk duduk di kursi masing- masing dan kondisikan anak dalam posisi tenang, dan selanjutnya melakukan kegiatan pembuka sebelum belajar sesuai peraturan kelas yaitu, membaca doa sebelum belajar, menanyakan kabar anak dan sedikit berdiskusi dengan anak-anak tentang kegiatan belajar hari ini, dan dilanjutkan dengan mengajak anak-anak untuk menyebutkan macam-macam huruf dari A-Z, setelah itu bersama-sama mengucapkan kembali namun dengan versi lagunya (menyanyikan lagu A-Z). selanjutnya peneliti mengeluarkan flashcard dan menunjukkan kepada anak-anak dan menjelaskan apa itu flashcard. Kemudian peserta didik diminta untuk menyebutkan simbol-simbol pada flashcard yang dipegang peneliti. Selanjutnya peneliti menyampaikan cara bermain menggunakan flashcard dengan metode kartu tersembunyi serta memberikan informasi aturan selama kegiatan bermain. Sebelum dimulainya kegiatan ini, anak-anak dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok 1,2 & 3 beranggotakan 3 anak sedangkan kelompok 4 & 5 beranggotakan 2 anak. Setelah dibagi peserta didik diminta untuk berbaris di titik kumpul pojok kelas, ketika anak-anak sudah siap peneliti meminta setiap kelompok untuk berjalan mengikuti arah panah hitam menuju lokasi di mana kartu itu tersembunyi (area ruang kelas). Setiap kelompok yang sudah berhasil menemukan kartunya masing-masing peserta didik langsung kembali ke titik kumpul awal yang kemudian peneliti meminta setiap peserta didik untuk mengangkat kartu yang mereka dapatkan tadi dan menyebutkan apa simbol huruf yang ada pada kartu tersebut. Setelah itu anak-anak di minta untuk mentracing kembali pola mengikuti simbol tersebut. Selanjutnya sebelum peneliti mengakhiri kegiatan peneliti mengajak peserta didik untuk berdiskusi tentang kegiatan hari ini dan ditutup dengan berdoa membaca doa sebelum belajar dan salam. Adapun hasil observasi kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun pada siklus I sebagai berikut :
| No. | NAMA | Anak mampu menyebutkan bentuk huruf yang dilihat | Menunjukkan huruf yang disebutkan pendidik | Menuliskan kembali bentuk huruf | Mampu menyebutkan 5-6 simbol huruf | SKOR | % | T/TT |
| 1. | Subjek 1 | 2 | 2 | 3 | 2 | 9 | 56% | TT (Tidak tuntas) |
| 2. | Subjek 2 | 2 | 2 | 3 | 2 | 9 | 56% | TT (Tidak tuntas) |
| 3. | Subjek 3 | 3 | 4 | 4 | 4 | 15 | 93% | T (Tuntas) |
| 4. | Subjek 4 | 2 | 2 | 3 | 2 | 9 | 56% | TT (Tidak tuntas) |
| 5. | Subjek 5 | 3 | 2 | 4 | 3 | 12 | 75% | T (Tuntas) |
| 6. | Subjek 6 | 3 | 4 | 4 | 4 | 15 | 93% | T (Tuntas) |
| 7. | Subjek 7 | 2 | 2 | 2 | 2 | 8 | 50% | TT (Tidak tuntas) |
| 8. | Subjek 8 | 3 | 2 | 3 | 2 | 10 | 62% | TT (Tidak tuntas) |
| 9. | Subjek 9 | 3 | 3 | 3 | 2 | 11 | 68% | TT (Tidak tuntas) |
| 10. | Subjek 10 | 2 | 2 | 3 | 2 | 9 | 56% | TT (Tidak tuntas) |
| 11. | Subjek 11 | 3 | 3 | 3 | 4 | 13 | 81% | T (Tuntas) |
| 12. | Subjek 12 | 2 | 2 | 3 | 3 | 10 | 62% | TT (Tidak tuntas) |
| 13. | Subjek 13 | 3 | 2 | 4 | 2 | 11 | 68% | TT (Tidak tuntas) |
| Ketercapaian | 67% |
Keterangan :
BB (belum berkembang) = 1 MB (mulai berkembang) = 2
BSH (berkembang sesuai harapan) = 3 BSB (berkembang sangat baik) = 4
Dari 2 pertemuan di siklus 1, memperoleh hasil dari penelitian yang dilakukan peneliti terdapat 7 peserta didik mengalami peningkatan dalam mengenal huruf dan 6 peserta didik lainya masih belum, di mana sebelumnya saat peneliti melakukan pengamatan di pra siklus peneliti memperoleh hasil sebesar 46%, dan pada siklus 1 mengalami peningkatan dan perkembangan dalam mengenal huruf yaitu 67%. Namun dengan hasil pada siklus 1 ini belum dikatakan berhasil dan sesuai target peneliti yakni 75%, ini dikarenakan peneliti menemukan beberapa permasalahan yang ditemukan peneliti yaitu : 1. Peserta didik masih mengalami kesulitan saat mencari flashcard,
2. Peserta didik sebagian belum mampu menyebutkan simbol huruf yang ditemukan pada flashcard, 3. Pada proses mentracing mengikuti pola simbol peserta didik ada yang belum sesuai. Dari permasalahan yang ditemukan pada siklus 1 yang mana belum mencapai target, maka peneliti akan melakukan perbaikan pada siklus II dengan menambahkan media pasir yang diletakkan pada sebuah wadah untuk memudahkan anak dalam menirukan pola huruf pada flashcard.
C.Siklus II
pelaksanaan siklus II ini tidak jauh berbeda dengan siklus 1 yang dilakukan sebanyak dua kali pertemuan yaitu, pertemuan pertama di hari kamis 12 juni 2025 dan pertemuan kedua hari jumat 13 juni 2025. Sebagai kebutuhan dalam kegiatan pembelajaran di siklus II ini peneliti akan menyusun terlebih dahulu rencana pelaksanaan pembelajaran atau RPPH, memastikan dan menyiapkan alat bahan untuk kegiatan belajar, kemudian saling bekerja sama dengan guru kelas saat proses kegiatan belajar berlangsung dan pastinya mendokumentasi proses kegiatan pada siklus II. Tindakan yang dilakukan pada siklus II ini merupakan proses lanjut untuk memperbaiki beberapa permasalahan hasil refleksi yang ditemukan pada siklus 1 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak melalui media flash card.
Pada pertemuan pertama siklus II ini peneliti masuk ke kelas lebih dulu untuk memasang arah panah dari lakban hitam dan meletakkan setiap flashcard ke tempat-tempat tersembunyi dalam area kelas. peneliti mengawali kegiatan dengan pembukaan seperti biasa, dan dilanjutkan dengan menjelaskan kembali pada peserta didik apa yang akan menjadi kegiatan kita hari ini setelah itu peneliti memberitahukan mulai dari media yang akan digunakan, cara bermain serta beberapa aturan selama kegiatan main berlangsung. Sebelum dimulainya kegiatan peneliti mengajak peserta didik untuk bernyanyi lagu A-Z agar suasana lebih seru dan meningkatkan semangat peserta didik dan memudahkan mereka dalam mengingat nama huruf. Berikutnya semua peserta didik dibagi menjadi 5 kelompok dan berkumpul di markas (pojok kelas) setelah itu masing-masing kelompok diminta untuk berjalan secara serentak mengikuti arah panah yang sudah ditentukan menuju titik letaknya flashcard dan mencari sampai ketemu, bagi kelompok yang sudah mendapatkan flashcard langsung kembali ke markas dan menunggu kelompok lainya selesai. Ketika semua kelompok sudah selesai maka semua dikumpulkan dalam markas yang kemudian peneliti meminta masing-masing anak untuk mengangkat flashcard dan menyebutkan simbol apa saja yang ada pada permukaan flashcard, setelah itu peserta didik diminta untuk mentracing kembali di atas pasir sesuai pola huruf yang diamati dengan waktu yang sama peneliti menjelaskan bagaimana cara mentracing sesuai arah yang benar. Kegiatan mentracing pola di atas pasir ini sangat menarik perhatian peserta didik dan lebih muda. tidak hanya muda peserta didik juga dapat merasakan langsung tekstur pasir yang mereka gunakan. ketika mentracing menggunakan jari ini membuat peserta didik lebih fokus dan memudahkan mereka dalam mengingat huruf tersebut.
pada Pertemuan kedua ini peneliti akan melakukan pendamping dan pengamatan dari pembuka sampai penutup. di mulai dari peserta didik berbaris di depan sekolah dan pada saat sedang berbaris peneliti memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan alat dan bahan di dalam kelas yaitu menyembunyikan setiap flshcard di area dalam kelas. Selanjutnya peserta didik diminta masuk ke kelas dan duduk di kursi masing-masing dan melakukan kegiatan pembuka yakni berdoa sebelum belajar, menanyakan kabar, dan dilanjutkan peneliti menyampaikan kegiatan pada hari ini , kemudian peneliti memperlihatkan media flashcard dan jelaskan cara bermainnya. Namun sebelum kegiatan dimulai peneliti mengajak peserta didik untuk bernyanyi lagu A-Z, selama proses kegiatan belajar dilakukan berlangsung aman dan lancar sesuai rencana peneliti.
| No. | NAMA | Anak mampu menyebutkan bentuk huruf yang dilihat | Menunjukkan huruf yang disebutkan pendidik | Menuliskan kembali bentuk huruf | Mampu menyebutkan 5-6 simbol huruf | SKOR | % | T/TT |
| 1. | Subjek 1 | 3 | 3 | 4 | 3 | 13 | 81% | T (Tuntas) |
| 2. | Subjek 2 | 3 | 2 | 3 | 2 | 10 | 62% | TT(Tidak tuntas) |
| 3. | Subjek 3 | 4 | 4 | 4 | 4 | 16 | 100% | T (Tuntas) |
| 4. | Subjek 4 | 4 | 3 | 4 | 3 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| 5. | Subjek 5 | 3 | 3 | 4 | 4 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| 6. | Subjek 6 | 4 | 4 | 4 | 4 | 16 | 100% | T (Tuntas) |
| 7. | Subjek 7 | 3 | 3 | 4 | 4 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| 8. | Subjek 8 | 3 | 3 | 4 | 3 | 13 | 81% | T (Tuntas) |
| 9. | Subjek 9 | 4 | 4 | 4 | 3 | 15 | 93% | T (Tuntas) |
| 10. | Subjek 10 | 4 | 3 | 3 | 4 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| 11. | Subjek 11 | 4 | 4 | 4 | 4 | 16 | 100% | T (Tuntas) |
| 12. | Subjek 12 | 3 | 3 | 4 | 4 | 15 | 93% | T (Tuntas) |
| 13. | Subjek 13 | 4 | 3 | 4 | 3 | 14 | 87% | T (Tuntas) |
| Ketercapaian | 88% |
Keterangan :
BB (belum berkembang) = 1 MB (mulai berkembang) = 2
BSH (berkembang sesuai harapan) = 3 BSB (berkembang sangat baik) = 4
Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus II, terlihat adanya peningkatan dan perkembangan yang signifikan terhadap kemampuan anak usia 4-5 tahun dalam mengenal huruf setelah melakukan tindakan siklus II yakni mencapai 88%, dan jika dibandingkan dengan dua tindakan sebelumnya pra siklus dengan hasil 46% dan siklus I 67% jelas adanya perbedaan dan peningkatan di setiap pertemuan. Ini menunjukkan bahwa dengan tingkat keberhasilan yang dicapai senilai 88% pada tindakan siklus II ini dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai bahkan melampaui target yakni 75%. Berikut hasil keseluruhan dari pra siklus, siklus I dan siklus II :
| No. | Kode subjek | Pra siklus | Siklus I | Siklus II |
| 1. | Subjek 1 | 31% | 56% | 81% |
| 2. | Subjek 2 | 37% | 56% | 62% |
| 3. | Subjek 3 | 87% | 93% | 100% |
| 4. | Subjek 4 | 37% | 56% | 87% |
| 5. | Subjek 5 | 50% | 75% | 87% |
| 6. | Subjek 6 | 87% | 93% | 100% |
| 7. | Subjek 7 | 25% | 50% | 87% |
| 8. | Subjek 8 | 31% | 62% | 81% |
| 9. | Subjek 9 | 37% | 68% | 93% |
| 10. | Subjek 10 | 25% | 56% | 87% |
| 11. | Subjek 11 | 81% | 81% | 100% |
| 12. | Subjek 12 | 43% | 62% | 93% |
| 13. | Subjek 13 | 31% | 68% | 87% |
| Ketercapaian | 46% | 67% | 88% |
Dari hasil presentase tabel di atas pada setiap tindakan mengalami peningkatan dan perkembangan dalam mengenal huruf disetiap siklus dengan memperoleh hasil yang berbeda yaitu pra siklus memperoleh hasil sebesar 46%, siklus I 67% dan siklus II 88%. Dengan adanya hasil dari setiap tindakan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak menggunakan flashcard pada penelitian ini telah berhasil dan memenuhi capaian setiap indikator sesuai target yakni 75%.
Figure 2.
Hasil yang ditunjukan dari diagram di atas menunjukkan adanya peningkatan dari penggunaan media flashcard dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4-5 tahun. Ini dibuktikan dengan adanya perubahan peningkatan dari tiga tindakan pada penelitian ini yaitu, 1. pra siklus, pada tindakan ini memperoleh hasil sebesar 46% hasil ini menunjukkan belum adanya peningkatan anak dalam mengenal huruf, 2, sehingga perlu adanya perbaikan di tindakan selanjutnya yaitu siklus I pada tindakan siklus I ini mengalami sedikit peningkatan yakni sebesar 67%, hasil ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang dialami peserta didik dalam mengenal huruf, namun ini belum dikatakan berhasil karena kemampuan peserta didik dalam mengenal huruf belum mencapai target yang diharapkan yaitu 75%. Oleh karena itu untuk memaksimalkan capaian ini maka peneliti melanjutkan penelitian ini pada siklus II. Pada proses pelaksanaan tindakan siklus II peneliti menambahkan satu kegiatan yang belum diterapkan pada tindakan sebelumnya untuk menarik perhatian peserta didik yaitu finger painting menggunakan pasir, hal ini bertujuan agar konsentrasi dan kefokusan peserta didik bisa lebih baik. Dan dengan menggunakan kegiatan tambahan pada siklus II ini memberikan hasil yang baik pada peserta didik. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan yang dialami peserta didik dalam mengenal huruf setelah melakukan proses pada tindakan siklus II yaitu memperoleh hasil sebesar 88% hasil ini menunjukkan bahwa pada tindakan siklus II ini sudah berhasil mencapai indikator keberhasilan sesuai target yang diharapkan yaitu 75%.
Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan peneliti dan guru kelas pada kelompok A di TK Aisyiah Bustanul Athfal 1 Candi, menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard mampu secara efektif meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal huruf. Dari pelaksanaan yang dilakukan di siklus II mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan pada media flashcard yang digunakan mampu memaksimalkan indikator yang ditentukan. Dari hasil diskusi ini dapat dikatakan bahwa media flashcard dapat menjadi media atau alat untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak.
Simpulan
penelitian dengan metode tindakan kelas yang dilakukan di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 1 Candi menunjukkan bahwa penerapan media flashcard terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf pada anak usia 4–5 tahun. Media ini diterapkan melalui metode permainan, di mana flashcard disembunyikan di dalam kelas dan anak-anak diminta mencarinya, menyebutkan hurufnya, dan menirukannya melalui kegiatan tracing. Inovasi ditambahkan pada siklus II dengan kegiatan tracing menggunakan pasir untuk memperkuat fokus dan pemahaman bentuk huruf. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dari pra siklus sebesar 46%, meningkat menjadi 67% pada siklus I, dan mencapai 88% pada siklus II. Dengan demikian, penggunaan media flashcard, terutama bila dikombinasikan dengan pendekatan bermain dan aktivitas motorik halus, efektif meningkatkan kemampuan literasi awal anak, khususnya dalam mengenal huruf. Dengan hasil capaian di atas 75% pada penelitian ini dinyatakan berhasil dan tidak diperlukan lagi siklus tambahan. Oleh karena itu media flashcard dapat direkomendasikan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf atau literasi awal anak usia dini
Ucapan Terima Kasih
Alhamdulillah, Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya telah memberikan pertolongan dan mempermudah penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa pula Penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua tercinta yang selalu mendoakan yang terbaik untuk penulis dan dukungan sepanjang proses penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih penulis ucapkan untuk dosen pembimbing yang telah sabar dalam memberikan bimbingan, arahan dan juga masukan positif bagi penulis dalam proses penyusunan skripsi. Dan terima kasih juga untuk kepala sekolah dan para guru TK ABA 1 Candi yang sudah memberikan kesempatan bagi penulis untuk pelaksanaan penelitian ini serta teman- teman seperjuangan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan. Keberhasilan dalam penyusunan skripsi ini semua berkat doa, ketekunan, konsisten, komitmen serta dorongan dari semua pihak. Harapan saya semoga penelitian ini dapat memberikan manfaat dan tambahan ilmu bagi semua pihak yang membacanya.