Pengaruh Model Speciment Uji Tarik Pada Pengelasan Besi Fc-30 Di Lihat Dari Kekuatan Tarik Pengelasan

Mulyadi Mulyadi

Abstract


Uji Tarik adalah salah satu pengujian yang digunakan untuk mengetahui sifat mekanik logam maupun non logam. Uji tarik merupakan suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang berlawanan arah. Pengujian tarik (tensile test) juga sering disebut sebagai tension test, merupakan salah satu dari pengujian mekanik yang paling mendasar/fundamental, sangat sederhana, tidak mahal dan telah distandarisasi di seluruh dunia seperti di Amerika ASTM E 8 dan ASTM E 8M dan di Jepang JIS 2241. Dapat mengetahui tegangan, regangan,reduksi, dan modulus elastisitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model penampang speciment kotak dan bulat dengan luasan yang sama dilihat dari kekuatan tarik masing-masing specimen. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen perbandingan, yaitu suatu cara untuk membandingkan antara dua indikator speciment yang berbeda model penampang dengan luasan yang sama, untuk mengetahui kekuatan tarik masing-masing speciment . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik pada material dasar sebesar 781,004Mpa dengan speciment bentuk kotak. Kekuatan tarik  paling  tinggi terjadi pada pengelasan menggunakan elektroda las LB-52 yaitu sebesar 1.193,033 Mpa penampang speciment kotak dan elektroda las CIA yang memiliki kekuatan tarik yang hampir sama yaitu sebesar 1.134,002 Mpa penampang speciment kotak. Sedangkan yang paling rendah adalah pengelasan menggunakan elektroda LB-52 yang tanpa dicelup oli dimana hampir sama dengan material dasarnya yaitu sebesar 403,802 Mpa penampang speciment bulat. 


Keywords


uji tarik; speciment;tegangan; regangan

Full Text:

PDF

References


[1] ASM Handbook,Volume 1., (2005) Properties and Selection.

[2] ASTM A 159 – 83, (2001), Standard Specification for Automotive Gray Iron Castings.

[3] Callister, William D, (2006) “Materials Science and Engineering”, John Willey &Sons, Inc. USA.

[4] Didikh, Suryana dan Djaedar, Sidabutar, (1978), Petunjuk Praktek Las Listrik 1, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

[5] Katalog Kobelco Thailand Kobe Welding Co Ltd, (2011)

[6] Khusnul Yaqin, Muhammad dkk, (2011), Pengaruh Preheat Dan Postheat Terhadap Lebar Haz, Strukturmikro, Dan Distribusi Kekerasan Pada Proses Pengelasan Smaw Besi Cor Kelabu Fc 25, Jurnal Teknik Material Dan Metalurgi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[7] Surdia, Tata, dkk, (1992), Pengetahuan Bahan Teknik, Edisi Cet. Ke-8, PT Pradnya Paramita, Jakarta.

[8] Wiryosumarto, Harsono dan Okumura, Toshie, (2000), Teknologi Pengelasan Logam, Edisi Cet. Ke-8, PT Pradnya Paramita, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.21070/r.e.m.v1i2.565

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Rekayasa Energi Manufaktur

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

 

Flag Counter