EFEK PSIKOLOGIS KEBIJAKAN PENGHAPUSBUKUAN DAN RESCHEDULING TUNGGAKAN KREDIT PADA ANGGOTA KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) (STUDI KASUS DI P2KP-PNPM MANDIRI DESA GEMPOL KECAMATAN GEMPOL KABUPATEN PASURUAN)

Mas Drajat

Abstract


Realita di awal tahun 2001 setelah program P2KP-PNPM Mandiri dilaksanakan untuk menanggulangi kemiskinan maka di dalamnya terdapat perguliran modal usaha untuk masyarakat miskin, tetapi setelah beberapa tahun sejalan dengan itu banyak muncul tunggakan kredit di kelompok swadaya masyarakat akibatnya program ini tidak berjalan optimal, untuk mengatasi hambatan ini pemerintah mengeluarkan kebijakan penghapusbukuan dan rescheduling tunggakan kredit pada anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM).

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat kasuistik adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan induktif, penelitian ini dilakukan di P2KP-PNPM Mandiri Desa Gempol Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive random sampling dengan mengikuti prinsip snowball, pengumpulan data menggunakan metode dokumenter, wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Pemeriksaan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik triangulasi metode sedangkan analisis data dilakukan melalui tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi adapun teknik analisis yang digunakan adalah content analysis dan analisis tematik.

Temuan di lapangan menjelaskan bahwa kebijakan penghapusbukuan dan rescheduling tunggakan kredit telah menimbulkan efek psikologis pada anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Hal ini dikarenakan rata-rata anggota KSM adalah masyarakat miskin yang kondisi ekonominya tidak menentu. Jangka tunggakan kredit yang telah lama tidak dilunasi juga dapat disebabkan karena berbagai faktor termasuk kepribadian individu, kultur budaya, sosial, agama, dan lain sebagainya. Faktor-faktor di atas telah menjadikan beranekaragamnya efek psikologis yang timbul di kalangan anggota KSM yang dapat dilihat dari sudut pandang dimensi kognitif (persepsi individu, opini individu, dan kesadaran individu), dimensi afektif (perasaan individu, emosional individu, dan motivasi individu) dan dimensi konasi (sikap, ekspresi, perilaku individu, dinamika interaksi sosial individu, dan pola komunikasi individu).

Efek psikologis kebijakan penghapusbukuan tunggakan kredit dilihat dari dimensi kognitif; aspek persepsi individu adalah karena uang hibah maka mereka beranggapan meskipun tidak dikembalikan tidak ada permasalahan, aspek opini individu adalah kecenderungan setuju dan sependapat, aspek kesadaran individu adalah kedisiplinan, tanggung jawab rendah bahkan muncul demoralisasi. Dimensi afeksi: aspek perasaan individu adalah kecenderungan merasa senang, aspek emotional individu adalah kecenderungan emosi tidak terkendali, berlebih meskipun mereka tahu akan tanggung jawab, aspek motivasi individu adalah pengalaman hidup, semangat menata hidup kembali ke depnanya karena tidak terbebani. Dimensi konasi: aspek sikap, ekspresi dan perilaku individu adalah kecenderungan pasrah dan tidak mau berusaha, dan kompromi, aspek dinamika interaksi sosial individu adalah kurang bersosialisasi dengan masyarakat, individualistik dan pemalu, aspek pola komunikasi individu adalah kecenderungan defence terhadap masalah.

Efek psikologis kebijakan rescheduling tunggakan kredit dilihat dari dimensi kognitif: aspek persepsi individu adalah kecenderungan menjadi beban di kemudian hari, aspek opini individu adalah kecenderungan tidak setuju dan tidak sependapat, aspek kesadaran individu adalah kedisiplinan, tanggung jawab rendah. Dimensi afeksi: aspek perasaan individu adalah kecenderungan merasa tidak senang, aspek emotional individu adalah kecenderungan merasa tertekan dan resah bahkan merasa pura-pura lupa terhadap tunggakan kredit yang mereka miliki, aspek motivasi individu adalah keinginan untuk mengembalikan meskipun terpaksa. Dimensi konasi: aspek sikap, ekspresi, dan perilaku individu adalah kecenderungan meremehkan, enggan mengebalikan, terbebani, tertekan, dan tidak ada keyakinan akan dapat bertanggung jawab, aspek dinamika interaksi sosial individu adalah kurang bersosialisasi dengan masyarakat, individualistik, aspek pola komunikasi individu adalah kecenderungan tertutup dan mempertahankan egonya sendiri. 


Full Text:

PDF

References


Buku Pedoman Umum (BPU) P2KP-PNPM Mandiri, 2005. Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan. Direktorat Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

Burhan, Bungin. 2006. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Burhan, Bungin. 2006. Sosiologi Komunikasi. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Dirgagunarsa, Singgih. 2000. Pengantar Psikologi. Jakarta : Mutiara Sumber Widya.

Gerungan, W.A., 2001. Psikologi Sosial. Bandung : PT. Eresco.

http://www.P2KP-PNPM Mandiri.org. 21 Juli 2009.

Islamy, Irfan, 2004. Prinsip-Prinsip Kebijakan Negara. Jakarta : Bumi Aksara.

Moleong, Lexy J, 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Pedoman Teknis P2KP-PNPM Mandiri, Oktober 2005. Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan. Direktorat Jenderal Perumahan dan Permukiman Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah.

Porwandari, Kristi. 2001. Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta: LPSP3 UI.

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Umum Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Rakhmat, Jalaludin. 2004. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Sobur, Alex, 2003. Psikologi Umum. Bandung : CV. Pustaka Setia.

Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada

Suyatno, T., 2002. Dasar-dasar Perkreditan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Wahab, Solichin Abdul, 2004. Analisis Kebijaksanaan dari Formulasi ke Implementasi Kebijaksanaan Negara. Jakarta: Bumi Aksara.

Yusuf, Yusmar. 2001. Psikologi Antar Budaya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.21070/psikologia.v1i1.740

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Psikologia (Jurnal Psikologi)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats

 

Flag Counter