Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Matetatika Open-Ended Ditinjau Dari Tingkat Kemampuan Matematika Siswa Sekolah Dasar.

DOI: https://doi.org/10.21070/pedagogia.v4i1.69

Author (s)


(1) * Elly’s Mersina Mursidik   (Jl. Setiabudi No. 85 Madiun)  
        Indonesia
(2)  Nur Samsiyah   (Jl. Setiabudi No. 85 Madiun)  
        Indonesia
(3)  Hendra Erik Rudyanto   (Jl. Setiabudi No. 85 Madiun)  
        Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas SD dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang berupaya menganalisis kemamuan berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Kawedanan 2 Kecamatan Kawedanan  Kabupaten  Magetan. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan kategori tinggi, 2 siswa dengan kategori sedang, dan 2 siswa dengan kategori rendah. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori tinggi pada aspek berpikir lancar sangat baik karena siswa kategori tinggi mampu memunculkan lebih dari satu ide dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Untuk aspek berpikir luwes, siswa pada kategori tinggi berada pada kriteria baik artinya pada umumnya mampu menentukan satu cara dalam menyelesaikan masalah matematika open-ended. Aspek keaslian juga berada pada kriteria baik artinya cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang umum tetapi mengarah pada penyelesaian. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif sangat baik, artinya siswa dapat memperjelas penyelesaian dengan rinci dan tepat. Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori sedang pada aspek berpikir lancar, berpikir luwes, dan berpikir orisinil berada pada kriteria baik. Sedangkan kemampuan pada aspek berpikir elaboratif berada pada kriteria sangat baik, artinya siswa dapat memperinci penjelasan dengan tepat.Kemampuan berpikir kreatif siswa untuk kategori rendah secara keseluruhan berada pada kriteria kurang baik. Secara keseluruhan untuk siswa kemampuan rendah masih perlu pembinaan.



Keywords

kemampuan berpikir kreatif, open-ended, kemampuan matematika



Full Text: PDF



References


Amir, Z. 2010. The Implementation Of Mathematics Teaching With Open-ended Approach To Uin Suska Riau Mathematics Student's Ability Of Mathematical Creative Thinking. Proceedings of the International Seminar on Mathematics November 11 Desember 2010.

Andangsari, E. W. 2007. Menjadi Orang Kreatif, (online),(http://www.

binuscareer.com, diakses 4 April 2007).

Anwar, N. M. Et al. 2012. “Relationship of Creative Thinking with Academc Achievements of secondary School Students”. International Interdiciplinary Journal of Education, Vol. 1, Issue 3.

Baharuddin. 2007. Psikologi Pendidikan Refleksi Teoretis Terhadap Fenomena. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Burhan Bungin, M., 2007. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Cooney, T. J. Et al. 2002. Open Ended Assesment in Math. http:heinemann.com/math/about.ctf (diakses 9 Juni 2013)

Emzir. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ervync, G. 1991. “Mathematical Creativity”. Dalam Tall, D. Advanced Mathematical Learning. London : Kluwer Academic Publisher.

Joko Subagyo. 2004. Metode Penelitian dalam Teori & Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Mahmudi, A. 2010. “Mengukur Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis”. Makalah. Konferensi Nasional Matematika XV UNIMA .Modern English Press.

Mohammad Ali dan Mohammad Asrori. 2005. Psikologi Remaja (Perkembangan Peserta Didik). Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Munandar, Utami. (1999). Pengembangan Kreatifitas Anak Berbakat. Jakarta. PT Rineka Cipta.

Salim, P, dan Salim, Y. 2002. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta:

Santrock, John W. 2008. Psikologi Pendidikan Edisi 2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Silver, E. A. (1997). Fostering Creativity through Instruction Rich in Mathematical Problem Solving and Problem Posing. Zentralblatt für Didaktik der Mathematik (ZDM) – The International Journal on Mathematics Education. [Online]. Tersedia di: http://www.emis.de /journals/ZDM/zdm973a3.pdf. ISSN 1615-679X. Diakses 5 -1- 2012.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Solso, Robert L. (2008). Psikologi Kognitif. Jakarta. Erlangga.

Sugiyono. 2006. Metodologi Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2007. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya : Srikandi Suriasumantri (ed), 1983. Psikologi Pendidikan. Diakses dari http://www.andragogi.com. Senin, 4 Agustus 2008.

Suherman, E. Et al. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung : JICA.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Bandung: Citra Umbara.

Wardani, Sri. (2010). Modul Matematika SD Program Bermutu Pembelajaran Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Di SD. Kemendiknas. http://www.slideshare.net/NASuprawoto/pembelajaran-kemampuan-memecahkan-masalah-matematika-di-sd. Diakses 3-1-2012


Article View

Abstract views : 5154 times | PDF files viewed : 5662 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.21070/pedagogia.v4i1.69




Copyright (c) 2015 Pedagogia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.