Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Dr. Iskak Tulungagung

DOI: https://doi.org/10.21070/mid.v4i1.1845

Author (s)


(1)  Reni Yuli Astutik   (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Kediri, Jalan Soekarno Hatta No. 7 Pare Kediri, Kode Pos 64225)  
        Indonesia
(2) * Nency Ferawati   (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Kediri, Jalan Soekarno Hatta No. 7 Pare Kediri, Kode Pos 64225)  
        Indonesia
(*) Corresponding Author

Abstract


Birth weight is one factor of neonates that can cause asphyxia neonatorum and is one indicator ofthe health of the newborn. The result of Riskesdas 2013 explained the low birth weight infants is 10.2% and WHO data shows every year about 3% of 120 million newborn have asphyxia. This study aims to analyze the correlation of low birth weight infants with neonatorum asphyxia incidence in dr. Iskak Tulungagung Hospital year 2016. This study was executed on July 18 to 19 2017 in dr.Iskak Tulungagung Hospital. The type research used analytical survey with correlational design and retrospective cohort study. Independent variable was low birth weight infants and dependent variable was neonatorum asphyxia. The population was 949 and sample was 162 with Simple Random Sampling technique, and used medical record instruments. From the 162 samples, found that almost half of respondents were 46.9% experienced low birth weight infants and almost all of the respondents were 88.3% experienced asphyxia neonatorum. Based on chi square test obtained (p)=0.001<(α)=0,05 and C=0,257, it means there is significant correlation between low birth weight infants and asphyxia with low correlation neonatorum. Odds ratio is 9,116, it means that risk of asphyxia neonatorum at low birth weight infants is 9.116 times great than normal birth weight infant. At the low birth weight infants a lot of risk of problems in the body because immaturity of organ system, so easily attacked by complications such as an asphyxia neonatorum.



Keywords

Low birth weight infant; asphyxia neonatorum; dr. Iskak Tulungagung Hospital



Full Text: PDF



References


Dewi, V. N. L. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta : Salemba Medika.

Dinkes Kabupaten Tulungagung. (2016). AKB, Jumlah Bayi Berat Lahir Rendah dan Jumlah Asfiksia Neonatorum. Tulungagung

Dinkes Provinsi Jawa Timur. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 . Surabaya. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh dari http://www.dinkes.jawatimur.go.id/.

Gilang, dkk. (2011). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum (Studi di RSUD Tugurejo Semarang). Semarang. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh dari http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/135/jtptunimus-gdl-gilangsrir-6719-1-abstrak.pdf.

Fajarwati, N. dkk. (2015). Hubungan antara Berat Badan Lahir dan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Ulin Banjarmasin. Banjarmasin. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh dari http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/jbk/article/viewFile/354/294.

Indrayani dan Djami, M. E. U. (2013). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Jakarta : CV. Trans Info Media.

Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh darihttp://www.kemenkes.go.id/.

Lestari, Y. A. dan Arzukah, R. L. (2015). Hubungan antara Ketuban Mekonium dengan Kejadian Asfiksia Bayi Baru Lahir. Mojokerto. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh dari https://www.google.co.id/search?site=&source=hp&q=hubungan+mekonium+kental+dengan+asfiksia&oq=hubungan+mekonium+kental+dengan&gs

Nayeri, F. dkk. (2012). Perinatal Risk Factors for Neonatal Asphyxia in Vali-e-Asr Hospital Tehran Iran. Iran. Diunduh pada 23 MaRet 2017. Diperoleh dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4163276/.

Novidawasti, A. (2014). Hubungan antara Jenis Persalinan dengan Tingkat Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul Tahun 2013. Yogyakarta Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh darihttp://opac.unisayogya.ac.id/88/.

Maryunani, A dan Nurhayati. (2008). Buku Saku Asuhan Bayi Baru Lahir Normal (Asuhan Neonatal). Jakarta : Trans Info Media.

Pantiawati, I. (2010). Bayi dengan BBLR. Yogyakarta : Nuha medika.

Proverawati, A dan Ismawati, C. (2010). BBLR Berat Badan Lahir Rendah. Yogyakarta : Nuha Medika.

Purwanto, A. D. dan Wahyuni, C. U. (2017). Hubungan Umur Kehamilan, Kehamilan Ganda, Hipertensi dan Anemia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Surabaya. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh dari http://e-journal.unair.ac.id/index.php/JBE/article/viewFile/1627/2555.

Rahmawati, L. dan Ningsih, M. P. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di Ruang Medical Record RSUD Pariaman. Padang. Diunduh 12 Mei 2017. Diperoleh dari http://ojs.akbidylpp.ac.id/index.php/Prada/article/view/139.

Sukarni, I dan Sudarti. (2014). Patologi Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Neonatus Resiko Tinggi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Sulistyawati, A dan Nugraheny, E. (2010). Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin. Jakarta : Salemba Medika.

Wahyuni, S. (2013). Asuhan Neonatus, Bayi, & Balita. Jakarta : EGC.

Walyani, E. S. (2015). Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal & Neonatal. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.


Article View

Abstract views : 273 times | PDF files viewed : 669 times

Dimensions, PlumX, and Google Scholar Metrics

10.21070/mid.v4i1.1845


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Kebidanan Midwiferia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.